Jumat, 30 September 2011

CERPEN

Hujan

Beberapa pasang mata mengamati gerak gerik seorang gadis yang telah berdiri didepan sebuah gedung perkantoran saat itu hujan mengguyur bumi dengan derasnya. Berbekal handphone yg tidak bordering seraya hujan membasahi bumi pertiwi ini. Gadis berumur sekitar 18 tahun yang menunggu seseorang.
“Din kamu nunggu siapa? Pulang sama mbak aja yuk.!”
“nunggu jemputan mbak, biasa lah. Tapi ujannya gak berhenti ya!”
“wah yang lagi nunggu jemputan!” ledek salah satu karyawan yang berkerja dikantor itu.
“ eh kakak nih apaan sih!”
gadis itu tersipu malu ketika diledekin oleh para karyawan yang ikut berdiri karena hujan masih belum berhenti,
“ wah pacar adek baik ya! Hujan – hujan gini masih rela buat jemput!”
“ ah mbak santi nih, alhamdulilah lah mbak,”
“din, san, kakak duluan ya!” teriak kak Herna seraya menaiki mobil Bu samsi.”
“ ya kak..!” jawab kami serentak”
“ eh mbak aku udah dijemput.” Teriak gadis itu ketika ada seorang laki-laki dari kejauhan.
terlihat seorang laki-laki berperawakan tinggi menaiki motor menghampiri sang gadis yang berlari dalam hujan.
“ udah lama nunggunya?” Tanya laki-laki yang ternyata pacar sang gadis.
“ gak kok!”

“duluan mbak” teriak gadis itu ketika akan pergi meninggalkan gedung perkantoran itu.
“ ya din hati-hati “
gadis itu pun pergi bersama sang laki-laki yang bernama Rizal itu, dalam hujan dengan dingin yang lumayan menusuk tulang. Karena dalam perjalanan dirasa hujan semakin deras dan tak juga berhenti, mereka memutuskan untuk berhenti pada sebuah ruko yang merupakan toko advertising. Awalnya Dinda (nama sang gadis) tak mengetahui siapa pemilik toko yang ternyata adalah saudara Rizal.
“ zal kamu pegang handphone aku gak?” Tanya seorang teman yang ikut menjemput Dinda.
“ gak kenapa?” Rizal menjawab dengan wajah  bingung.
“ emangnya tadi kamu gak kantongin pa?” Tanya dinda pada sutra  temannya itu,
“ coba miscallin hpnya”
Dinda pun memiscall hp sutra yang trnyata masih aktif, tapi tetep tidak ada yang mengankat. Tapi beberapa setelah dimiscallin hp sutra tidak aktif lagi.  Rizal memutuskan untuk mencari hp sutra, mereka berdua pun pergi dengan satu motor. Ditengah mereka mencari setelah hampir setengah jam Dinda menunggu. Ternyata hp sutra benar-benar hilang.
“  ya udah kamu pakai hp aku aja yang dirumah..!” Rizal mulai bicara.
“ ya udah deh, “
mereka pun pergi melanjutkan perjalanan pulang, hujan membuat lapar! Akhirnya mereka bertiga mampir disebuah warung gorengan yang ada dipinggir jalan. Selesai makan dan hujan sudah mulai berhenti mereka melanjutkan perjalanan pulang. Setengah delapan malam akhirnya mereka sampai dirumah sang gadis dengan keadaan basah kuyup udah kaya bebek kecebur got. Gak ada yang kering.

Tidak ada komentar: