Minggu, 07 Agustus 2011

CERPEN


Ayah
Tuhan tolong lah sampaikan sejuta sayankku untuknya
ku terus berjanji takkan khianati pintanya
ayah dengar lah betapa sesungguhnya ku mencintaimu
kan ku buktikan ku mampu penuhi maumu…….
Lantunan lagu yg membuatku selalu terdiam dan berpikir aku bisa dan tetap bisa menghadapi orang-orang yg tak menginginkanku disini, duduk disini, belajar disini. Aku tak perlu menanggapi mereka, walaupun mereka bilang aku miskin tak punya apa-apa hanya punya tampang pas-pas untung ditunjukkan pada mereka yg mempunyai apapun lebih dari aku, tapi aku punya ayah yg selalu membimbingku dan menasehatiku agar aku menjadi anak yg kuat bukan anak cengeng yg selalu dihina oleh mereka.
Hari telah beranjak siang aku harus cepat-cepat pulang , aku harus menyiapkan makan siang untuk ayah sebelum ayah pulang kerja.
“ din!!..”
aku berhenti melangkah ketika ada yg memanggilku, ternyata anjar teman sekolahku.
“ kamu mau kemana kok buru-buru banget?”
“ aku harus cepat-cepat pulang, aku harus menyiapkan makan siang untuk ayah Jar!”
“emangnya ayah pulang jam berapa?, gimana kalau aku bantu kamu dirumah kebetulan aku lagi malas pulang”
“ayah pulang jam 1, boleh deh”
aku dan anjarpun pulang, anjar adalah sahabatku sejak kecil sehingga tidak heran dia memanggil ayah dengan sebutan ayah juga.dia juga yg selalu membelaku dari amukan jahat geng lavina disekolah. Aku dan anjar sama-sama pintar dan kami sekolah disana karna beasiswa. Itulah kenapa aku selalu mendapatkan sesuatu yg takkan pernah aku lupakan. Tapi Anjar masih beruntung dari pada aku dia masih termasuk anak orang berada walaupun dia tidak mendapat beasiswa Anjar tetap sekolah disana di SMA TARUNA REMAJA.

“assallammualaikum”
“walaikum sallam, ayah udah pulang”
“ iya, eh ada Anjar”
“iya yah saya nemenin dinda disini”
“ wah terimakasih ya nak mau menemani dinda, gimana kabar papa dan mama kamu sehat.”
“ alhamdulilah sehat yah, o ya ibu sore ya pulangnya?”
“ iya ibu masih harus kerja kan tempatnya berbeda dengan ayah”
  ya udah ayah sekarang istirahat ya, dinda mau siapin makan siang buat ayah, jar kamu temenin ayah ya,”
“ ok din. . .”
Aku pun beranjak pergi kedapur, dari dapur terdengar suara tawa, yeah itulah ayah dan anjar kalau sudah ketemu pasti ada saja yg membuat mereka tertawa, sayang aku tak punya saudara karna aku anak satu-satunya. Makanan pun siap aku, ayah dan Anjar makan bersama meski tanpa ibu tentunya. Ibu bekerja diluar kota kadang tidak pulang kadang pulang seminggu sekali malah pernah pulang sebulan sekali, tapi aku tak pernah menikmati hasil dari kerja ibu, aku sampai bingung kerja apa ibu disana, dari kecil ayah lah yg selalu mengasuhku.


Itu adalah sepenggal kisah aku pertama kali merasakan jadi anak SMA, dari tahun ke tahun tak ada perubahan dari geng Lavina yg selalu menjahiliku, hingga hamper saja aku di Drop Out dari SMA TARUNA REMAJA akibat ulah Lavina untungnya semua cepat terbukti dan aku masih menjadi siswi disana dan menjadi kebanggaan, setelah aku mendapat musibah itu aku pun ditimpa musibah yg lebih berat lagi, ayahku meninggal dunia akibat kejatuhan pipa ditempat kerjanya. Sungguh teragis dan tak hentinya aku menangis, semenjak aku ditinggalkan ayah aku tinggal dengan keluarga Anjar, mereka menerimaku dengan lapang dada.
“din kamu yg tabah ya, jangan sedih terus kan masih ada aku”
hibur  Anjar ketika melihatku menangis.
“makasih Jar, aku beruntung punya sahabat seperti kamu”
“ o ya Din besok kamu ikut aku ya, nggak baik mengurung diri terus, aku lihat tiap pulang sekolah kamu habiskan dikamar,”
“ betul itu Din, tante dan om jadi ikut sedih lihat kamu seperti ini lebih baik kamu ikut Anjar besok”
“ baik tante dinda ikut Anjar”
“nah gitu donk Din om kan jadi seneng lihat kamu mau keluar”
“ ya om, “
“ ya udah sekarang sudah malam kamu istirahat ya, Anjar kamu juga istirahat besok kan kalian masih sekolah”
“ baik pa, din istirahat ya”
“ ya”
mereka pun meninggalkan aku sendiri dikamar ini, dan aku pun berusaha tidur, untuk menyambut esok hari.

Sepulang sekolah ternyata tante Ratna mama Anjar telah menungguku,
“untung kamu cepat pulang Din”
“ ada apa tante, kayaknya penting banget”
“ init ante udah siapin baju buat kamu pergi sama Anjar, tante takut nggak cocok jadi tante pengen kamu coba dulu,”
“ ya ampun tante seharusnya nggak usah repot-repot , aku masih ada baju kok”
“ ayo lah Din jangan buat tante kecewa, coba dulu”
“ ya udah Dinda coba”
aku pun beranjak kekamarku untuk mencoba baju yg dipilihkan tante Ratna untukku, dari bahanya aku yakin  ini baju mahal.
“apa aku pantas pakai baju semahal ini” aku pun berguman sendiri.
“ Din, gimana?”
“ bentar tante,” aku pun keluar dari kamarku menuju tante Ratna.
“ Din kamu cocok banget nggak salah tante pilihin ini untukmu”
“ tapi, tante inikan gaun mahal”
“ nggak apa-apa, ya udah kamu ntar sore harus pakai gaun ini dan tante akan dandanin kamu biar tambah cantik, sekarang ganti bajumu dan makanlah tante sudah siapkan makan siang”
“ baik tante.”
aku beranjak pergi menuruti segala perintah tante Ratna, aku bahagia punya keluarga baru yg menyayangiku walaupun terkadang aku masih menginginkan ayah disampingku, setelah aku makan siang dengan tante dan Anjar aku membantu bibi membereskan meja makan dan beranjak kekamar memikirkan segala yg terjadi pada akhir-akhir ini. Ternyata kehidupanku berbalik 180 derajat dari sebelumnya, disekolah tak ada gangguan geng Lavina karna apa Lavina sebagai ketua geng telah dikeluarkan dari sekolah dan masuk penjara karna kasus penganiayaan adik kelas kami Ratih yg harus  mengalami cacat pada wajahnya, pengikutnya hanya dikenai sanksi dari sekolah. Dan aku semakin akrab dengan anak-anak SMA TARUNA REMAJA karena aku berhasil menunjukkan prestasiku, dan satu lagi aku mendapatkan keluarga baru yg begitu menyayangi aku yaitu keluarga Tante Ratna dan Om Wibowo.
Nggak terasa waktu udah menunjukkan sore aku harus bersiap untuk pergi nanti, kalian tentu bisa bayangin betapa beruntungnya aku hidup didunia ini.
“ Din”
“ ya Tante masuk aja nggak dikunci kok,”
“ tadi kan tante udah bilang kalau tante mau bantu kamu dandan.”
“ ya tante Dinda ganti baju dulu kebetulan baru selesai mandi”
setelah aku berganti pakaian aku pun didandanin oleh tante Ratna. Dan waktu sudah menunjukkan jam 6, Anjar dari bawah sudah memanggilku.
“ Din, ayo kita keluar Anjar Sudah memanggil”
“ ya Tante”
wah aku didandani bag putri, aku turun tangga dengan anggunna membuat  Anjar dan Om hanya diam memandangku,
“Din ini kamu, kamu terlihat cantik sekali”
“ makasih”
“ sudah sana pergi, nanti terlambat”
“ok ma, y udah Anjar sama Dinda pergi”
“ ya  sayang hati-hati”
“ ya ma..”
aku dan anjar akhirnya pergi kesuatu tempat yg nggak aku ketahui dimana .sesampainya aku melihat didepanku sebuah cafe yg bernama CERIA, tapi ramai sekali membuat aku bingung.
“sebenarnya kamu ngajak aku kesini buat apaan sich?”
“hemnnzz, udah jangan bawel, nikmati aja malam ini”
aku hanya tersenyum mendengar jawaban Anjar. Aku pun ikut masuk dengan perasaan yg tak menentu.
didalam ku lihat banyak sekali remaja seumuran aku berlalu lalang kesana kemari dan aku tak asing dengan mereka, ya mereka adalah anak Taruna Remaja. Tiba-tiba aku dikejutkan dengan kehadiran Tante daan Om bowo, padahal mereka tadi masih ada di rumah.
“ tante, ini benar tante? Kok tante ada disini?”
“ ya Din”
sebelum aku dengarkan penjelasan tante Ratna terdengar MC berbicara diatas panggung.
“ wah ternyata orang yg kita tunggu-tunggu telah hadir diantara kita lho! Tentunya kalian udah tahu kan bahwa hari teman kita berulang tahun yg kedelapan belas, kepada Dinda Cahya lestari saya pesilahkan naik kepanggung,”
“ itu kan nama aku, ya ampun tanggal berapa ini?”
“selamat ulang tahun sayang, tante sekeluarga sengaja buat pesta ini untuk kamu,”
“ ya bener Din, semua ini ide mama”
“ makasih tante,” ku peluk tante Ratna, gara-gara semua yg menimpa hidupku aku sampai lupa tanggal lahirku sendiri. Akupun naik keatas panggung dan menyanyikan lagu selamat ulang tahun dan memotong kue, seharusnya kue pertama ini aku berikan kepada ayah tapi ayah sudah tidak ada jadi aku kasih kue ini kepada Tante Ratna yg sudah membuat pesta ini untukku, setelah acara potong memotong selesai aku duduk menikmati lagu sebuah band yang membuatku meneteskan air mata ternyata Anjar sengaja meminta lagu ini dibawakan agar aku merasa bahwa ayah ada disini bersama kita. Dan lagu yg hanya ku dengar dari sebuah radio sekolah kini dapat ku dengarkan langsung disini, kado terindah bagiku.
teringat masa kecilku kau peluk dan kau manja
indahnya saat itu membuatku melambung
disisimu terngiang hangat nafas segar harum tubuhmu
kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu

“Din, selamat ulang tahun ya! Semoga kamu suka dengan ini”
“ makasih Jar aku menyukainya, aku yakin ayah disana ikut bahagia melihatku”
lantunan demi lantunan lagu dinyanyikan, membuat aku terhanyut dalam keharuan. Ayah inilah aku anakmu yang terus berusaha membuatmu bangga dengan semua yg ku lakukan.

Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya
ku terus berjanji takkan khianai pintanya
ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu
kan ku buktikan ku mampu penuhi maumu.
Malam ini begitu indah  dan membuatku ingin terus berjuang mengapai impianku. Ayah aku mencintaimu sangat…sangat mencintaimu.

Tidak ada komentar: